Pages

Rabu, 14 Desember 2011

7 Cara Membangun Ikatan dengan Bayi Anda


Menjadi orang tua merupakan pengalaman yang indah dan unik. Setiap orang tua ingin menikmati hubungan dekat dengan anaknya. Walaupun sebagian besar orang tua yang bekerja memiliki jadwal yang sibuk, hal ini tidaklah sulit dicapai bila Anda tahu caranya.

Di bawah ini ada beberapa tips yang dapat diikuti: 7 Cara untuk Lebih Dekat dengan Anak Anda


1. Komunikasi antara Orang Tua dan Anak


Alih-alih berbicara pada atau berbicara mengenai anak Anda, berbicaralah dengan anak Anda. Anda harus menjadi selevel dengannya. Bila Anda ingin memahami apa yang dipikirkan atau dirasakan anak Anda, tanyakanlah padanya dan dengarkanlah. Jangan menghakimi apa yang disampaikannya. Akui ide dan perasaannya walaupun Anda tidak menyetujuinya. Anda juga dapat mengutarakan pendapat dan perasaan Anda pada anak Anda.

Selain itu, Anda perlu terus meyakinkan anak Anda akan cinta Anda padanya melalui ekspresi verbal seperti "Mama sayang kamu" dan tindakan non-verbal seperti ciuman, pelukan atau tepukan di bahunya.

post by ntxtcy:
Yap... bener banget nih. Yang biasanya ane lakuin adalah mengajak komunikasi dia dengan santai. Penuh canda dan kasih sayang. Mulai dari bangun tidur, ane mau berangkat ngantor, ane telpon rumah, ane pulang kantor, bermain sama dia, ane biasain ucapkan kata "sayang"

2. Pujilah anak Anda


Pujilah anak Anda bila dia melakukan sesuatu dengan baik atau mencapai hasil yang baik. Pujilah dia untuk perbaikan yang dilakukannya atau perilaku yang Anda ingin diulangnya. Pujian Anda harus tulus dan tidak ada kritik di dalamnya. Gunakan pujian untuk menggambarkan apa yang Anda sukai dari apa yang dilakukannya atau perilakunya. Alih-alih hanya mengatakan “waah.. gambar yang bagus", Anda bisa berkata, "Mama suka warna-warna yang kamu gunakan di lukisan ini. Mereka membuat lukisanmu benar-benar mencuat!" Alih-alih hanya mengatakan "Anak baik", Anda bisa mengatakan, "Mama senang kamu merapikan kamarmu. Sekarang kamarmu tampak rapi sekali."

post by ntxtcy:
Seorang anak akan merasa senang, bangga dan merasa disayangi apabila ada pujian yang berharga bagi dirinya. Hal ini ane terapin di rumah setiap kali dia melakukan kebaikan.

3. Luangkan waktu untuk anak Anda


Luangkan waktu untuk anak Anda setiap hari. Ketika Anda sedang bersama dengan anak Anda, Anda harus terlibat sepenuhnya. Tundalah pekerjaan rumah Anda, membaca koran atau kecemasan lain di saat-saat ini. Memberitahu anak Anda bahwa Anda menikmati saat-saat bersamanya pasti akan mendekatkan Anda berdua. Lakukan hal lain bila Anda tidak dapat melewatkan waktu bersamanya pada hari tertentu. Misalnya, telponlah dia dari kantor untuk mengobrol selama lima menit untuk menunjukkan bahwa Anda memikirkannya. Atau bila Anda tidak dapat makan malam bersamanya, Anda bisa menikmati makanan pencuci mulut bersamanya setelahnya.

Sekali-sekali ambillah cuti sehari atau setengah hari dari jadwal Anda yang penuh dan lakukan sesuatu yang spesial dengan anak Anda. Pilih sesuatu yang Anda berdua akan nikmati dan bukanlah kegiatan sehari-hari. Misalnya, berjalan-jalan di hutan lindung dan makan siang yang telah Anda siapkan berdua paginya.

4. Bermainlah dengan anak Anda


Waktu yang Anda lewatkan bersama anak Anda memberikan kesempatan bagi Anda untuk membangun hubungan yang positif dan sehat dengan anak Anda. Hubungan ini akan berkembang seiring dengan bertambah dewasanya anak Anda. Bermain dengan anak Anda tidak mesti membutuhkan mainan mahal. Anda dapat mengingat permainan di masa kecil yang Anda sukai dan mengajarkannya pada anak Anda.


Dari sebelum berangkat ngantor, ane selalu sempatkan bermain dengan dia
Bermain sambil ane sarapan pagi . Ane masuk 5 hari kerja. Sabtu Minggu ane maksimalkan buat keluarga. Kalo hari-hari biasa, pastilah sepulang kantor ane luangin waktu buat mereka. Prinsip ane, Pulang kerja lupakan kantor 

5. Perhatikanlah perasaan anak Anda


Apa yang dialami oleh anak Anda sehari-hari menimbulkan berbagai perasaan padanya. Dia bisa merasa senang karena dipuji oleh gurunya atau merasa kesal karena baru saja bertengkar dengan sahabatnya. Cari tahu apa yang sedang terjadi pada anak Anda dan perhatikan perasaannya terhadap apa yang dialaminya, baik positif maupun negatif.

Dengarkanlah anak Anda dan berbicaralah dengannya mengenai perasaannya. Misalnya, Anda bisa berkata, "Dari apa yang kamu ceritakan, kedengarannya kamu marah pada John karena dia membicarakanmu di belakangmu." Beri dia kesempatan untuk menjelaskan perasaannya. Dengan memperhatikan dan membicarakan perasaannya, Anda menunjukkan padanya bahwa Anda benar-benar ingin memahaminya.

6. Tumbuhkan kemandirian anak Anda


Banyak orang tua berusaha untuk mendekatkan diri dengan anak mereka dengan berpegang terlalu erat. Berikan anak Anda kebebasan untuk menjelajahi dunia dengan cara yang sesuai dengan usianya. Contohnya, seorang anak kecil bisa diperbolehkan pergi ke taman dengan temannya, di bawah pengawasan. Dengan memberikan anak Anda kebebasan yang diperlukannya dan memberikan keamanan di rumah, Anda menjembatani jarak antara Anda dan anak Anda.

7. Pecahkan masalah bersama anak Anda


Bila anak Anda menemui masalah, Anda tidak perlu selalu memberikan solusinya, memberitahu apa yang harus dilakukannya. Anda pun tidak akan mau meninggalkannya sendirian menghadapi masalahnya. Jadilah mitra bagi anak Anda dalam pemecahan masalah. Dengarkan dan pahami situasinya. Berikutnya, cari tahu bagaimana anak Anda memandang atau perasaannya terhadap masalah tersebut dan apa yang dapat dilakukannya. Berikan solusi lain bila Anda bisa. Bantulah anak Anda untuk memikirkan konsekuensi yang mungkin terjadi dari tiap pilihan. Bersama-sama, Anda dan anak Anda kemudian dapat memutuskan solusi yang terbaik. Memecahkan masalah dengan anak Anda tidak hanya mengajarkannya ketrampilan yang penting bagi hidupnya, tapi juga membangun ikatan yang kuat antara Anda dan anak Anda ketika Anda mengalahkan masalah yang ada bersama-sama.




0 komentar:

Posting Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More