Pages

Kamis, 08 Maret 2012

Syarat Utama Berhenti Pakai Napza Adalah Jangan Nganggur

img


Sebenarnya asalkan niat, kecanduan Napza (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya) pasti bisa diatasi. Namun menurut pengakuan mantan pecandu, syarat utama untuk benar-benar bisa berhenti memakai barang haram itu adalah tidak boleh menganggur.

Bambang Sutrisno (41 tahun), mantan pecandu berbagai jenis Napza yang juga sudah keluar masuk penjara menegaskan pentingnya berkegiatan bagi para pecandu yang ingin berhenti memakai Napza. Apapun usahanya, kalau masih punya banyak waktu luang maka peluang untuk bersinggungan dengan hal-hal yang memicu sakaw akan selalu ada.

"Obat utama kalau mau berhenti makai Putaw adalah berkegiatan. Yang kedua, ganti tongkrongan. Berat, tapi harus," kata Benk Benk, panggilan akrabnya usai diskusi buku Mereka yang Tak Terlihat: Kemiskinan dan Pemberdayaan di Indonesia di Canteen Aksara, Pasific Place, Kamis (8/3/2012).

Tantangan terberat yang dirasakan Benk Benk saat mulai berhenti memakai Napza sekitar tahun 1996 adalah ketika harus mengubah tongkrongan atau lingkungan tempat nongkrong. Ia mengaku sempat tidak punya teman karena sengaja menghindari pergaulan dengan sesama pecandu untuk sementara waktu, agar tidak terpengaruh.

Namun jika hanya menghindar dan tetap tidak punya kegiatan, Benk Benk merasakan sendiri godaan untuk membeli putaw dan sejenisnya bisa muncul sewaktu-waktu. Akhirnya ia berinisiatif untuk berkegiatan, yang justru mempertemukannya lagi dengan sesama pecandu Napza.

Bedanya kali ini bukan untuk sama-sama memakai putaw, melainkan memberi pelayanan harm reduction dengan bekerjasama dengan Puskesmas Menteng Jakarta Pusat. Program ini bertujuan mengurangi risiko kesehatan pada para pecandu, antara lain dengan menyuplai jarum suntik steril bagi yang benar-benar belum bisa berhenti.

Sejak tahun 1996 itu pula, Benk Benk mendirikan sanggar DPR yang merupakan singkatan dari Daerah Pinggiran Rel sekaligus Dekat Pohon Rindang. Sanggar yang terletak di Jl Proklamasi Jakarta Pusat ini merupakan tempatnya berkegiatan sekaligus mendampingi para pecandu Napza yang berniat untuk berhenti.

Tak kalah pentingnya menurut Benk Benk, niat untuk berhenti memakai Napza juga harus didukung dengan motivasi hidup. Ia sendiri baru merasakan betapa berharganya hidup ketika mulai terjangkit TB (tuberculosis) paru sampai harus meninggalkan ganja dan rokok serta gaya hidup tidak sehat yang selama ini dijalankannya.



Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More