Pages

Senin, 30 Januari 2012

Banyak Perokok Merahasiakan Kebiasaan Buruknya

img
Tak semua orang ternyata mau terbuka mengakui bahwa dirinya punya kebiasaan merokok, karena studi mendapatkan lebih dari setengah jumlah perokok merahasiakan kebiasaannya ini dari teman dan keluarga.

Sebuah studi menemukan adanya stigma sosial dan beberapa larangan merokok membuat sekitar 57 persen perokok menyembunyikan kebiasaan buruknya itu dari orang-orang terkasih seperti teman dan keluarga.

Partisipan yang terlibat dalam studi ini menuturkan biasanya mereka menggunakan alasan pergi berjalan dengan anjingnya, mengunjungi teman atau pergi ke toko untuk merokok di luar rumah.

Jajak pendapat yang dilakukan oleh The Co-operative Pharmacy melibatkan 2.000 orang yang mana 1 dari 12 partisipan sebenarnya tidak dilarang merokok di dalam rumahnya sendiri, serta 4 dari 5 perokok mengaku ingin berhenti.

Orang yang terlibat dalam studi ini mengungkapkan alasan utama ia akan menghentikan kebiasaan buruknya ini jika didiagnosis suatu penyakit serius. Hal lain yang akan membuatnya berhenti adalah jika sudah menjadi orangtua, serta jika harga rokok sudah sangat mahal.

"Larangan merokok di tempat umum bisa memiliki efek besar untuk menciptakan stigma bagi perokok, tapi ternyata banyak perokok yang merahasiakan kebiasaannya ini," ujar manajer layanan klinis The Co-operative Pharmacy, Fiona Caplan-Dean, seperti dikutip dari Mirror.co.uk, Senin (30/1/2012).

Caplan-Dean menuturkan beberapa perokok kadang mengaku sudah berhenti merokok meski masih menghisap 1-2 batang rokok sehari, padahal meski hanya 1-2 batang tetap akan berdampak buruk bagi kesehatan dan juga merusak kulit serta penampilan.

Rokok dan asapnya diketahui bisa menyebabkan berbagai macam penyakit, karena di dalam rokok mengandung lebih dari 4.000 senyawa dan banyak diantaranya memiliki sifat beracun.

Meski begitu tak mudah untuk berhenti merokok, beberapa orang kadang harus mencoba berkali-kali dan mengalami kegagalan. Hal ini karena adanya kandungan rokok yang bersifat adiksi sehingga membuat perokok kecanduan dan sulit lepas dari zat adiktif tersebut.



Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More