Pages

Senin, 30 Januari 2012

Bos Apple Bantah Pekerja Pabrik iPhone Tersiksa

Tim Cook (afp)
Jakarta - Para pekerja di pabrik Foxconn yang jadi pusat produksi gadget Apple telah lama dilaporkan diperlakukan semena-mena. Jam kerja tak manusiawi dan lingkungan kerja yang buruk membuat mereka tersiksa. Namun bos Apple membantah laporan tersebut.

Sudah banyak kasus karyawan Foxconn bunuh diri karena tidak tahan dengan siksaan di lingkungan kerja. Mereka kadang bekerja seminggu penuh, berdiri terlalu lama, digaji rendah dan hidup berdesakan di asrama.

Malah kabarnya sebagian pekerja terpapar bahan kimia berbahaya kala menggarap iPhone atau iPad. Tidak heran Apple banyak dicerca terkait laporan tersebut. Namun CEO Apple Tim Cook membantah tidak mempedulikan para pekerja di pabrik Foxconn.

"Kami memperhatikan setiap pekerja di jalur distribusi kami di seluruh dunia. Setiap insiden mengganggu kami dan setiap isu tentang kondisi kerja menimbulkan keprihatinan," katanya.

"Anggapan bahwa kami tidak memperhatikannya adalah salah dan menyerang kami. Seperti yang Anda ketahui, tuduhan seperti itu berkebalikan dengan nilai-nilai kami," imbuh suksesor mendiang Steve Jobs itu.

Dia mengklaim Apple telah melakukan banyak hal untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan pabrik dan mengedukasi mereka tentang hak-haknya. Apple juga secara rutin memeriksa kondisi pabrik.

"Kami meningkatkan kondisi ratusan ribu pekerja. Kami tahu tidak ada satupun di industri ini yang melakukannya lebih banyak dari kami. Kami fokus mengedukasi pekerja tentang hak-hak mereka, sehingga mereka didorong untuk bicara jika diperlakukan tidak baik," tandasnya.

Dikutip detikINET dari International Businness Times, Senin (30/1/2012), Tim Cook mengakui memang masih banyak masalah. Namun ia berjanji Apple akan memperhatikan permasalahan tersebut.

"Kami akan terus menggali lebih dalam dan kami memang akan menjumpai lebih banyak isu. Kami tidak akan menutup mata terhadap masalah di jalur distribusi kami. Saya berjanji," pungkasnya.


Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More