Pages

Senin, 30 Januari 2012

Paparan Kadmium Dapat Mengganggu Belajar Anak

img
Paparan logam berat telah diketahui dapat berpengaruh pada kesehatan. Anak-anak dengan kadar tinggi dari logam berat kadmium dalam urin mereka mungkin cenderung lebih memiliki gangguan belajar dan atau memerlukan pendidikan khusus. Hal tersebut dibuktikan oleh sebuah hasil studi baru.

Kadmium terjadi secara alami dalam beberapa jenis tanah. Anak-anak paling mungkin terpaapr logam berat tersebut melalui makanan seperti biji-bijian dan sayuran akar, serta melalui asap tembakau.

Beberapa mainan anak dan perhiasan juga telah ditemukan mengandung kadmium. Paparan cadmium bisa merusak ginjal dan paru-paru, serta telah dikaitkan dengan kanker.

Studi tersebut telah melibatkan 2.200 anak-anak usia 6-15 tahun. Para peserta penelitian yang memiliki tingkat tertinggi kadmium dalam urin lebih mungkin untuk memiliki gangguan belajar atau membutuhkan pendidikan khusus, dibandingkan dengan anak-anak dengan tingkat terendah logam tersebut dalam urin mereka.

Hasil studi tersebut telah dipublikasikan dalam Environmental Health Perspective.

"Hanya karena anak terkena kadmium tidak berarti ia akan mengembangkan ketidakmampuan belajar. Tetapi gangguan belajar dan pendidikan khusus lebih banyak terlihat pada anak-anak yang terpapar kadmium. Untuk membatasi penggunaan kadmium dalam mainan anak-anak dan perhiasan membutuhkan peraturan yang lebih ketat," kata Robert Wright, MD seorang profesor pediatri dari Harvard Medical School, Boston seperti dilansir dari WebMD, Senin (30/1/2012).

Tingkat kadmium tidak terkait dengan risiko attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Kadmium tampaknya mempengaruhi masalah seperti gangguan belajar dan kebutuhan pendidikan khusus, tetapi bukan masalah perilaku.

ADHD lebih merupakan gangguan perilaku. Kondisi tersebut ditandai dengan perilaku hiperaktif, kesulitan berkonsentrasi, dan impulsif.

"Studi baru tersebut menambah bukti yang menunjukkan bahwa kadmium mungkin berbahaya untuk anak-anak. Ada hasil yang bertentangan dalam literatur mengenai apakah paparan kadmium memiliki dampak neurokognitif pada anak-anak. Studi ini relatif besar untuk dapat menunjukkan kaitan antara paparan kadmiun dengan dampak neurokognitif," kata Jerome Paulson, MD, seorang co-direktur Mid-Atlantic Center for Children's Health and the Environment.

"Agak sulit untuk mengetahui kadmium dalam makanan karena berasal dari tanah di mana tanaman tersebut tumbuh. Lebih mudah untuk menghindari asap tembakau, daripada menghindari paparan kadmium," kata Prof. Wright.

Dalam penelitian tersebut para peneliti bergantung pada laporan orang tua mengenai gangguan pada anaknya, mungkin kurang akurat," kata Prof. Paulson.

"Para peneliti belum mengetahui di mana asal paparan kadmium. Sehingga masih perlu lebih banyak riset yang berkaitan dengan paparan kadmium dan gangguan belajar pada anak untuk memperkuat dan mengkonfirmasi hasil penelitian tersebut," kata Helen Binns, MD, MPH, seorang profesor pediatri dan kedokteran preventif dari Northwestern University Feinberg School of Medicine.


Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More