Pages

Sabtu, 28 Januari 2012

Punya Teman yang Menyebalkan Bisa Jadi Sumber Penyakit

img
Berteman dengan orang yang menyebalkan seringkali berakhir dengan sakit hati karena dikecewakan. Bukan hanya sakit secara perasaan, pertemanan yang tidak sehat seperti ini juga bisa memicu penyakit sesungguhnya yang lebih berbahaya.

Sebuah penelitian di Brandeis University menunjukkan, pertemanan dengan orang-orang menyebalkan bisa memicu terjadinya radang. Dampak yang bisa muncul dalam jangka panjang cukup serius antara lain memicu kanker, serangan jantung serta tekanan darah tinggi.

Penyebab munculnya berbagai risiko penyakit mematikan tersebut tak lain adalah stres, yang meningkat ketika sering terlibat konflik dengan teman-teman yang menyebalkan. Seperti diketahui, stres bisa memicu pelepasan protein tertentu penyebab radang.

Dalam laporan penelitian yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, para peneliti mengamati 122 relawan berusia muda. Saat diteliti, seluruh relawan dalam kondisi sehat dan tidak memiliki faktor risiko penyakit kronis.

Para peneliti mengamati buku harian para relawan, untuk mengetahui riwayat pertemanan dalam kehidupan sehari-harinya. Jika buku harian banyak menceritakan konflik dengan teman, maka relawan tersebut dikatakan memiliki pertemanan yang negatif atau menyebalkan.

Hasil pengamatan buku harian kemudian dibandingkna dengan hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan terhadap sampel usapan dari jaringan pipi sebelah dalam. Komponen yang diteliti adalah salah satu protein pemicu radang, yang disebut interleukin 6.

Setelah dibandingkan, makin sering relawan sering terlibat konflik dengan teman-teman yang menyebalkan maka kadar protein yang ditemukan di sampel jaringan pipi juga semakin besar. Artinya relawan itu lebih rentan radang, sehingga rentan juga terhadap kanker dan penyakit mematikan lainnya.

"Pertemanan sangat vital bagi kesehatan Anda, sama halnya dengan diet yang sehat," ungkap Shelley Taylor, seorang ahli neurosains sosial yang memimpin penelitian itu seperti dikutip dari Sciencenews, Minggu (29/1/2012).



Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More