Pages

Sabtu, 18 Februari 2012

Bayi-bayi yang Hidup Bertetangga dengan Penyakit Misterius


img
Warga Waterdales (dok: dailymail)
Waterdales, Inggris, Warga di daerah Waterdales, Inggris kini sedang resah oleh adanya kejadian misterius yang mana 5 anak di daerah tersebut didiagnosis dengan penyakit langka, yaitu kecacatan pada usus.

Kelima anak ini didiagnosis gastroschisis yaitu kecacatan yang mana usus menjorok keluar akibat dinding perut yang terbuka atau tidak menutup sempurna. Semua ibu dari anak yang memiliki penyakit ini tinggal di Waterdales, Northfleet, Kent. Hal ini diketahui setelah para ibu ini mengobrol dengan tetangga, keluarga dan temannya di daerah tersebut.

Sonia Dalton (35 tahun) mengatakan putrinya Mikka (3 tahun) didiagnosis penyakit tersebut saat melakukan scan ketika usia kehamilannya berusia 21 minggu. Ketika dilahirkan ia harus dirawat di perawatan intensif selama 5 minggu dan melakukan operasi untuk memasukkan usus, indung telur serta saluran telurnya ke tempat yang semestinya.

Akibat kondisinya tersebut, Mikka harus rajin mengunjungi King's College Hospital, London setiap 6 bulan untuk melakukan chek up dan mengonsumsi obat setiap harinya.

Sementara itu ibu lainnya, Juliet Green (39 tahun) juga mengalami hal yang sama. Putrinya Courtney (10 tahun) didiagnosis penyakit yang sama ketika lahir. Courtney telah menjalani beberapa kali operasi termasuk 2 transfusi darah per tahun ketika ia mengalami masa kritis akibat gastroschisis.

"Tampaknya hal ini menjadi begitu aneh ketika terjadi pada banyak orang yang tinggal di jalan yang sama, dan kami tidak tahu mengapa," ujar Green, seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (18/2/2012).

Green menuturkan ia terkejut ketika kakak perempuannya, Natalie Margetson yang tinggal di Waterdales mengatakan anaknya yang masih dikandung juga didiagnosis penyakit yang sama. Natalie pun tak menyangka jika anak yang dikandungnya juga memiliki penyakit yang sama.

Sementara itu kasus yang terbilang baru dialami Stella Coffee (38 tahun) dan Chantelle Stevens (23 tahun) yang mengatakan bayi yang dikandung masing-masing ibu ini juga didiagnosis dengan penyakit yang sama.

Hal ini bisa membuat seorang ibu hamil mengalami sangat trauma, karena tidak ada ibu yang ingin melihat anaknya sakit begitu ia dilahirkan. Akibat banyaknya laporan ini, pemerintah setempat tengah mengadakan penyelidikan penuh untuk mengetahui penyebabnya.

Seorang juru bicara dari King's College Hospital mengatakan pihak rumah sakit tidak bisa memberikan komentar untuk kasus per individu. Namun penelitian menunjukkan disfungsi usus ini bisa disebabkan oleh ibu yang tinggal dekat dengan daerah yang masih menggunakan pestisida.

"Gastroschisis diyakini merupakan kondisi bawaan yang paling cepat berkembang di Inggris dan insiden ini juga meningkat di negara lain dan terlihat seperti tengah menjadi tren," ujar Sheila Brown OBE, kepala eksekutif Newlife Foundation for Disabled Children.

Gastroschisis adalah cacat bawaan pada dinding perut yang hampir selalu berada di sebelah kanan pusar, yang mana isi perut menonjol keluar. Kondisi ini umumnya lebih sering dialami oleh anak laki-laki ketimbang perempuan.

Infeksi saat hamil dan usia ibu yang kurang dari 20 tahun meningkatkan risiko terjadinya gastroschisis. Faktor risiko lainnya adalah merokok, penyalahgunaan obat dan berat badan lahir rendah.

Sebuah penelitian baru menemukan hubungan antara gastroschisis dengan memiliki anak dari ayah yang berbeda. Hal ini menunjukkan sistem kekebalan ibu mungkin memainkan peran. Serta merupakan kondisi yang diwariskan.

Jika gastroschisis didiagnosis sebelum dilahirkan, maka ibu hamil akan dirujuk ke dokter spesialis dan persalinan normal atau caesar bisa diprediksi untuk memungkinkan segera operasi membenarkan posisi usus tersebut. Teknik bedah yang canggih dan perawatan intensif bisa mengurangi angka kematian akibat penyakit ini.



Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More