Pages

Sabtu, 04 Februari 2012

Kena Serangan Jantung Malah Diberi Antibiotik untuk Batuk

img
Dean Beresford (dok. dailymail)
Gainsborough, Nyawa seorang pria tidak dapat diselamatkan karena tiga kali petugas medis gagal menemukan bahwa ia menderita serangan jantung. Bahkan saat mengeluh sakit dada, dokter hanya meresepkan antibiotik untuk obat batuk dan menyuruhnya pulang.

Saat berkonsultasi dengan dokter, Dean Beresford (44 tahun) mengatakan dia mengalami sakit dada dan sesak napas, serta memiliki riwayat keluarga gangguan jantung.

Sayangnya, setelah berbicara dengan perawat NHS Inggris, lalu dokter di telepon, serta menemui dokter lain secara langsung, ia hanya diberi resep antibiotik untuk obat batuk lantas disuruh pulang.

Kurang dari dua hari kemudian, ia jatuh pingsan dan nyawanya tak lagi bisa diselamatkan.

Pemeriksaan post-mortem (bedah mayat) menunjukkan bahwa kematiannya disebabkan karena infark miokard (myocardial infarction), yaitu pecahnya jantung karena disebabkan oleh serangan jantung yang tidak diobati.

"Jelas ada yang kurang serius dalam perawatan Beresford. Ada tiga kemungkinan untuk menyelamatkan nyawanya, yang semuanya terjawab dengan tragis," jelas Stuart Fisher, seorang koroner, seperti dilansir Dailymail, Sabtu (4/2/2012).

Saat pemeriksaan, diketahui bahwa Beresford telah berbicara selama 17 menit dengan seorang perawat. Ia mengatakan mengalami sakit dada sepanjang minggu. Rasa sakit di dada sedikit ke kiri, otot berdenyut-denyut dan rasanya seperti demam. Ia juga mengatakan ada rasa sakit di belakang leher.

Perawat seharusnya menelepon ambulans dalam 1 menit ia menjelaskan gejala-gejala. Namun yang terjadi justru sebaliknya, ia hanya diminta untuk menunggu line telepon dan berbicara dengan dokter umum.

Sang perawat sempat menduga Beresford mengalami serangan jantung, namun ia lebih kuat menduga bahwa itu hanyalah gejala batuk biasa. Lalu ia merekomendasikan untuk menghubungi dokter umum.

Sementara ia berbicara dengan dokter umum di luar jam kerja, Beresford juga mengulang menyebutkan gejala dan bahkan menyebutkan bahwa ibunya telah meninggal karena angina dan ayahnya baru saja mengalami serangan jantung.

Selama percakapan 3 menit, dokter yang bernama Dr Richard Smith, juga gagal untuk menyadari bahwa ia menderita serangan jantung, tapi menyuruhnya untuk berkonsultasi dengan dokter secara langsung.

Dia kemudian pergi menemui Dr Kevin Lee di John Coupland Hospital, Gainsborough, juga di luar jam kerja dokter. Setelah pemeriksaan selama 10 menit, Dr Lee mendiagnosis Beresford dengan 'batuk dada', lalu memberinya antibiotik dan memintanya pulang. Dua hari setelah ia kembali, ia pingsan. Ia meninggal kemudian di rumah sakit.


Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More