Pages

Jumat, 03 Februari 2012

Cuaca Panas Bisa Merusak Khasiat Obat

img
Paparan badai matahari yang memanas kemarin menyebabkan kenaikan suhu secara drastis. Ada yang perlu diwaspadai ketika cuaca memanas, yakni suhu di atas 30 derajat Celcius bisa mengurangi khasiat obat sehingga menjadi tidak manjur.

"Produsen farmasi merekomendasikan sebagian besar produknya disimpan pada suhu ruangan yang terkontrol sebesar 20-25 derajat Celcius. Selama cuaca sangat panas atau dingin, suhu penyimpanan berubah menjadi di atas atau di bawah rentang tersebut. Hal ini dapat menyebabkan obat-obatan berubah secara fisik, kehilangan potensinya, atau bahkan mengancam kesehatan," kata Skye McKennon, asisten profesor klinis di Sekolah Farmasi University of Washington.

Untuk pasien penyakit kronis seperti diabetes atau penyakit jantung, dosis obat yang rusak bisa mengancam jiwa. Bahkan obat-obatan biasa yang banyak dijual di pasaran juga dapat rusak dan berpotensi berbahaya. Apalagi kerusakan tersebut tidak dapat dilihat begitu saja dengan mata telanjang.

"Kerusakan pada obat antibiotik dapat menyebabkan sakit perut atau kerusakan ginjal. Aspirin yang rusak memiliki efek samping menyebabkan kram perut yang lebih sakit dari kram biasa. Krim hidrokortison dapat terurai dan tidak berkhasiat dalam panas," Kata Dr McKennon seperti dilansir New York Times, Jumat (3/2/2012).

Berbagai macam tes diagnostik seperti tes untuk mengetahui kadar gula darah, kehamilan atau ovulasi, juga sangat sensitif terhadap kelembaban. Jika strip tes terkena kelembaban, cairan didalam tes akan larut dan bisa memberikan hasil bacaan palsu yang tak akurat.

Tiroid, pil kontrasepsi, dan obat-obatan lain yang mengandung hormon juga sangat rentan terhadap perubahan suhu. Obat ini memiliki bahan dasar protein, dan ketika protein terkena panas akan terjadi perubahan sifat. Sama halnya seperti telur yang terkena panas, maka akan menjadi matang.

Untuk memastikan obat tetap aman, ikuti beberapa saran berikut:

Simpan di tempat sejuk dan kering. Tak seperti namanya, lemari obat sering menjadi tempat terburuk untuk menyimpan obat karena kelembabannya tinggi, apalagi jika diletakkan di kamar mandi. Jika anak-anak atau hewan dapat masuk ke dalam kotak obat, tempatkan obat pada rak yang lebih tinggi atau brankas.

Kemasan khusus. Jangan terlena dengan kemasan khusus dan tampak mahal yang dirancang untuk melindungi obat-obatan, kemasan foil misalnya. Tidak ada bukti bahwa kemasan ini mampu melindungi obat lebih baik daripada botol pil standar.

Jangan simpan obat di dalam mobil. Suhu dalam mobil bisa melonjak tajam ketika sedang diparkir. Sebaiknya simpan obat dalam tas atau kantong yang terpisah saat bepergian. Ketika meninggalkan mobil, jangan tingalkan obat di dalam mobil.

Buang obat yang telah rusak. Jangan pernah meminum obat yang sudah berubah warna atau kekentalannya, terutama yang tanpa disertai tanggal kedaluwarsa. Periksa juga jika mengeluarkan bau yang tidak biasa. Buanglah pil yang telah saling menempel satu sama lain, terkelupas, mengeras atau lebih lembut dari biasanya.



 Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More