Pages

Rabu, 08 Februari 2012

Menurunkan Risiko Sakit Jantung Tak Sesulit yang Dibayangkan

img
  Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti karena bisa membunuh manusia dengan cepat. Pengobatan penyakit jantung juga terbilang sulit.

Tapi sebenarnya dengan mengurangi risikonya orang bisa terhindari dari ancaman sakit jantung dan menurunkan risiko sakit jantung ternyata tak sesulit yang dibayangkan.

Hanya dengan menjaga berat badan dan tingkat kebugaran seiring bertambanhnya usia akan terlihat manfaatnya terhadap kesehatan jantung.

Asal tahu saja, kehilangan kebugaran atau banyak timbunan lemak, seiring bertambahnya usia dapat berakibat buruk bagi jantung. Tetapi dengan menghindari salah satu dari kehilangan kebugaran dan timbunan lemak itu dapat melindungi jantung.

Studi terbaru ini telah dipublikasikan pada 6 Februari 2012. Peneliti dari Amerika Serikat telah mengamati lebih dari 3.100 orang dewasa sehat. Para peserta penelitian tidak memperbaiki pola olahraga, tapi hanya mempertahankan tingkat kebugaran, menurunkan kemungkinan terkena tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi atau faktor risiko penyakit jantung.

Begitu juga dengan orang yang mempertahankan berat badannya dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Dengan kehilangan beberapa kelebihan lemak tubuh juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Secara umum, orang yang terus meningkatkan kebugaran dari waktu ke waktu tampaknya dapat melawan beberapa efek buruk dari kenaikan berat badan.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa, melindungi kesehatan jantung adalah tidak sesulit yang selama ini dipikirkan banyak orang," kata Duck-chul Lee, seorang peneliti dari University of South Carolina di Columbia seperti dilansir HealthNews, Rabu (8/2/2012).

Sindrom metabolik mengacu pada banyak faktor risiko penyakit jantung. Sindrom metabolik termasuk tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang tinggi, obesitas, lemak yang tertimbun pada perut, dan kadar gula darah tinggi.

Risiko dari tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi pada orang yang memeperbaiki tingkat kebugaran adalah sekitar 26-30 persen lebih rendah, dibandingkan dengan orang-orang yang tingkat kebugaran menurun. Risiko sindrom metabolik juga sekitar 42-52 persen lebih rendah.

Demikian pula, ketika orang meningkatkan persentase lemak tubuh dari waktu ke waktu, maka lebih mungkin untuk mengembangkan faktor risiko jantung. Untuk setiap kenaikan 1 persen lemak tubuh, kemungkinan faktor-faktor risiko naik sekitar 3-8 persen.

Tetapi secara umum, orang yang mengalami peningkatan berat badan dapat tetap sehat jika terus meningkatkan kebugaran. Jika orang yang kelebihan berat dapat menurunkan lemak tertentu, juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Maka, sebaiknya kebutuhan aktivitas fisik harus selalu dipenuhi.



Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More