Pages

Rabu, 08 Februari 2012

Tato yang Dibuat oleh Amatir Berisiko Infeksi Hepatitis C

img
Jika berencana ingin membuat tato, pastikan dilakukan oleh seseorang yang profesional. Hal ini karena jika dilakukan oleh pembuat tato amatir berisiko terkena hepatitis C.

Sebuah laporan baru dari Pusat Pengendalian Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) tim peneliti menemukan tato yang dibuat oleh orang non-profesional membawa risiko penyakit hepatitis C dalam darahnya.

Peneliti mengungkapkan orang non-profesional atau disebut dengan amatir ini adalah tato yang dibuat oleh teman, keluarga atau sesama narapidana selama berada di dalam penjara. Namun tidak ada bukti bahwa tato yang dilakukan oleh profesional membawa risiko hepatitis C.

Hepatitis C ditularkan melalui kontak dengan darah yang sudah terinfeksi. Sebagian besar kasus infeksi hepatitis ini terjadi pada orang yang menyuntikkan heroin atau narkoba dengan berbagi jarum bersama.

"Mengingat saat ini popularitas tato meningkat, maka ada kekhawatiran seni tubuh ini bisa menjadi faktor risiko untuk hepatitis C," ujar Dr Rania A Tohme, ahli epidemiologi medis di CDC yang memimpin studi ini, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (8/2/2012).

Dr Tohme menuturkan tato dan tindik bisa membawa infeksi hepatitis C serta infeksi lain jika dilakukan dalam kondisi tidak steril, karenanya seseorang seharusnya tidak membuat tato atau tindik yang dilakukan oleh teman atau orang tidak terlatih dan profesional.

Sekitar 20 persen orang yang terkena infeksi hepatitis C akut tidak memiliki faktor risiko. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Clinical Infectious Diseases yang didasarkan pada berbagai penelitian sejak tahun 1994.

Tim Tohme memberikan perhatian khusus pada pembuatan tato di penjara. Hal ini karena tato begitu umum dan banyak terjadi di tahanan yang mungkin memiliki faktor risiko selain hepatitis C, serta wabah infeksi lain yang dikaitkan dengan pembuatan tato dikalangan tahanan.

Secara umum, orang yang membuat tato dengan non profesional menghadapi risiko hepatitis C sekitar 2-4 kali lebih tinggi. Karenanya pastikan seniman tato menggunakan alat steril seperti jarum sekali pakai dan tinta yang belum digunakan oleh orang lain.

Kasus hepatitis C kronis masih menjadi masalah utama di beberapa negara. Sekitar 75-85 persen orang yang terinfeksi hepatitis C menjadi kronis yang akhirnya menyebabkan penyakit hati serius seperti sirosis (parut pada hati) dan kanker hati.

Infeksi awal dari hepatitis C ini seringkali tidak menimbulkan gejala sehingga banyak yang tidak menyadari. Sedangkan saat ini obat untuk mengobati hepatitis C belum bisa efektif untuk semua orang serta memiliki efek samping seperti kelelahan, mual, sakit kepala dan gangguan tidur.



Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More