Pages

Senin, 19 Maret 2012

Darah Tali Pusat Selamatkan Cedera Otak Kritis

img
Sparrow Morris (dok: Foxnews)
Louisiana, AS, Darah tali pusat yang disimpan bisa berguna untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Darah tali pusat ini juga berhasil menolong cedera otak yang dialami bocah kecil.

Sparrow Morris yang tinggal di Pineville, Louisiana terjatuh di kolam renang rumahnya dan menyebabkan ia pingsan serta tidak mendapatkan oksigen selama 45 menit. Kondisi ini membuat ia mengalami kerusakan otak yang parah akibat kekurangan oksigen tersebut.

"Ia berada dalam kondisi vegetatif (koma) dengan tidak bisa duduk atau berbicara dan ia memiliki tubuh yang berkerut," ujar sang ibu, Tonya Morris, seperti dikutip dari Foxnews, Senin (19/3/2012).

Tonya yang memiliki 8 anak ini memang memutuskan untuk menyimpan darah tali pusat anak kelimanya yaitu Sparrow di bank. Namun saat itu ia tidak berpikir bahwa darah tali pusat ini memang perlu ia gunakan.

Sekitar 15 bulan setelah Sparrow cedera, dokter mulai menggunakan darah tali pusat Sparrow yang disimpan dan menjadi bagian dari percobaan yang dilakukan peneliti dari Duke University.

"Saya melihat ada perubahan pada putri saya, ia menjadi lebih excited, ia mulai bisa berjalan lebih baik dan secara spontan ia mulai bisa berbicara lagi pada saya," ujar Morris.

Darah tali pusat adalah darah janin yang ditemukan dalam tali pusat dan plasentanya ketika ia dilahirkan. Dokter menemukan bahwa darah tali pusat bisa memiliki efek positif pada semua jenis kondisi medis mulai dari kanker, cerebral palsy hingga gangguan pendengaran.

Dahulu darah tali pusat ini dibuang setelah bayi dilahirkan, tapi ketika peneliti menemukan bahwa darah tali pusat ini penuh dengan stem cell (sel induk) yang bisa berguna maka beberapa orangtua ada yang menyimpannya di bank khusus untuk cord blood.

Sel induk yang sudah dewasa bisa membantu memperbaiki jaringan dalam tubuh yang sudah rusak dan beredar dalam sistem tubuh sepanjang hidup. Salah satu penggunaan sel induk ini adalah untuk pengobatan kanker leukemia.


Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More