Pages

Kamis, 08 Maret 2012

Tidak Bisa Berhenti Merokok Walau Tengah Hamil

img



Mel Fallowfield (dok: Mirror.co.uk)
Jakarta, Perempuan yang sedang hamil dilarang merokok karena bisa membahayakan janin yang dikandungnya. Tapi ibu 2 anak ini tidak bisa berhenti merokok saat hamil, meski dipenuhi oleh rasa bersalah dan penyesalan.

Mel Fallowfield yang sudah memiliki 2 anak, Ed (5 tahun) dan Bertie (2 tahun) tidak tahu mengapa ia tidak bisa berhenti merokok saat hamil meski ia tahu merokok bisa menyebabkan kelahiran prematur, meningkatkan risiko bayi lahir mati dan kematian bayi mendadak.

"Saya tahu itu buruk bagi mereka dan saya ingin sekali berhenti. Tapi kecanduan saya begitu kuat dan luar biasa, saya sudah merokok sejak usia 14 tahun sekarang usia saya 39 tahun, dan saya hampir tidak pernah melewatkan 1 hari pun tanpa rokok," ujar Mel, seperti dikutip dari Mirror.co.uk, Kamis (8/3/2012).

Mel menyadari dirinya hamil pertama kali saat berbulan madu di Mauritius. Ia pun berhenti mengonsumsi koktail dan mengisi piringnya dengan ikan yang sehat serta sayuran. Tapi satu hal yang tidak bisa dilakukannya adalah berhenti merokok, meski ia tahu itu berbahaya dan ia sudah mencoba berhenti beberapa kali, tapi tidak berhasil.

"Saya meraih sebatang rokok dan menyalakannya. Ada perasaan sakit dan cemas, bahkan tangan saya sampai bergetar. Saya mencoba hipnoterapi dan tidak merokok selama beberapa hari, tapi itu tidak bisa berlangsung lama, dan saya tidak tahu mengapa," ungkapnya.

Ia pun berusaha berbicara dengan dokter, namun stres yang dialaminya ketika tidak merokok juga bisa berakibat buruk bagi bayinya. Akhirnya ia pun berhasil mengurangi jumlah rokok dari 20 batang menjadi 5 batang.

"Saya harus keluar kantor diam-diam untuk merokok, pernah ada yang bilang 'Anda tidak boleh merokok', ia benar tapi hal itu tidak membantu. Aku pun benci dengan diriku karena merokok dan merasa mengerikan," ujar Mel.

Mel menuturkan kadang ia merasakan bayinya menendang di perut ketika ia merokok, seketika itu pula ia gemetar dengan rasa bersalah. Kadang ia bermimpi buruk anaknya lahir mati.

Ketika usia kehamilannya 31 minggu ia mengalami pecah ketuban, akhirnya Ed lahir 2 minggu lebih cepat. Tapi beruntungnya ia lahir dengan berat badan sehat. Namun ketika ia hamil anak kedua, ia masih belum bisa menghilangkan kebiasaan buruknya itu.

Saat usia kehamilannya mencapai 4 bulan, ia mencoba lagi melakukan hipnosis dan kali ini berhasil. Namun Bertie harus dilahirkan lebih awal karena ia berhenti bergerak akibat lehernya terlilit tali pusar, tapi untungnya Bertie masih baik-baik saja.

"Hal yang paling menyedihkan adalah kehamilan seharusnya jadi kesempatan yang menyenangkan, tapi saya justru dipenuhi oleh rasa bersalah dan membenci diri sendiri," imbuhnya.

Mel mengungkapkan saat ini ia masih merokok 10 batang per hari tapi tidak di sekitar anak-anaknya. Ia mulai merokok lagi setelah Bertie berusia 3 minggu. Meski begitu ia sangat ingin berhenti, karena ia khawatir mati lebih cepat dan tidak bisa melihat anak-anaknya tumbuh dewasa.



Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More