Pages

Rabu, 13 Juni 2012

Craniosynostosis, Cacat Pada Sendi Tengkorak Bayi

img

Deskripsi

Craniosynostosis adalah cacat lahir di mana satu atau lebih sendi antara tulang tengkorak bayi telah menyatu sebelum waktunya, sebelum otak bayi terbentuk sempurna. Ketika bayi Anda memiliki craniosynostosis, otaknya tidak dapat tumbuh dalam kondisi alami sehingga kondisi kepalanya cacat. Tengkorak bayi memiliki tujuh tulang. Biasanya, tulang-tulang ini tidak menyatu sampai usia sekitar 2 tahun, tujuannya adalah memberi waktu pada otak bayi untuk tumbuh.

Penyebab

Penyebab craniosynostosis belum diketahui. Namun, ada kemungkinan faktor keturunan atau sindrom genetik tertentu, seperti sindrom Apert dan sindrom Crouzon. Selain kepala cacat, bayi dengan sindrom genetik mungkin mengalami kejang, kebutaan, keterlambatan perkembangan dan keterbelakangan mental.

Gejala

Tanda-tanda umum yang menjadi gejala craniosynostosis adalah:
1. Cacat tengkorak, bentuknya tergantung pada jahitan kranial sendi mana yang terpengaruh
2. Ubun-ubun tengkorak bayi yang melemah dan abnormal
3. Tidak ada pertumbuhan kepala bayi atau pertumbuhannya lambat
4. Peningkatan tekanan dalam tengkorak (tekanan intrakranial) Tanda-tanda craniosynostosis mungkin tidak terlihat pada saat lahir, tetapi akan menjadi jelas selama beberapa bulan pertama kehidupan bayi.

Pengobatan

Hubungi dokter jika Anda berpikir kepala bayi Anda tidak tumbuh sebagaimana mestinya atau jika bentuk kepala bayi Anda tidak biasa. Kasus ringan craniosynostosis mungkin tidak memerlukan pengobatan. Tetapi jika craniosynostosis parah, sebagian besar bayi perlu menjalani operasi. Jenis dan waktu operasi bergantung pada jenis craniosynostosis dan apakah ada sebuah sindrom yang mendasarinya. Tujuan operasi adalah untuk mengurangi tekanan pada otak, menciptakan ruang bagi otak untuk tumbuh secara normal dan memperbaiki penampilan anak Anda. Operasi ini memerlukan kerjasama tim dokter yang meliputi spesialis bedah kepala dan wajah (ahli bedah kraniofasial) dan spesialis bedah otak (ahli bedah saraf). Jika bayi Anda memiliki sindrom yang mendasari penyakit ini, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan tindak lanjut secara rutin setelah operasi untuk memantau pertumbuhan kepala dan memeriksa tingkat tekanan intrakranial.



Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More