Pages

Kamis, 14 Juni 2012

O,oo 2 Bayi Rebutan Darah Ibu di Dalam Kandungan

img
South Wales, Inggris, Normalnya ibu yang hamil bayi kembar memiliki dua plasenta. Tapi kasus yang satu ini cukup berisiko karena ibu hanya punya satu plasenta untuk hamil kembarnya. Akibatnya, 2 bayi di kandungannya harus rebutan darah si ibu.

Kondisi hamil kembar dengan satu plasenta ini dialami oleh Natalie Smith (42 tahun) dari South Wales Inggris. Kondisi ini membuat bayi kembar ini harus berbagi suplai darah di dalam rahim yang menyebabkan satu bayi akan mendapatkan terlalu banyak darah sementara yang satu lagi terlalu sedikit mendapatkan darah.

Sang ibu pun harus melahirkan lebih cepat satu bulan yaitu 9 Februari 2012 dari waktu yang ditentukan untuk meningkatkan peluang keduanya bertahan hidup.

Dan ketika si kembar lahir yang dinamai Bessie Smith dan Hattie Smith keduanya harus menghabiskan waktu selama 17 minggu di rumah sakit untuk mencegah kematian atau cacat berat seperti gagal jantung. Keduanya harus diselamatkan setelah didiagnosis dengan penyakit twin-to-twin syndrome (TTTS).

"48 jam pertama kehidupan mereka kritis sehingga harus dipisahkan dari saya untuk mendapatkan pengobatan spesialis. Saat itu saya merasa waktu berjalan lama sekali dan beberapa kali saya bertanya mengapa mereka bisa seperti itu," ujar Natalie, seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (14/6/2012).

Bayi kembar ini dilahirkan di Royal Gwent and Nevill Hall hospitals, South Wales dengan berat badan untuk Bessie sebesar 1,38 kg sementara Hattie memiliki berat badan 1,24 kg.

Saat hamil, naluri Natalie mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak benar dengan bayi yang dikandungnya karena gerakannya berkurang. Setelah dikonfirmasi dengan melakukan scan diketahui si kembar didiagnosis TTTS sebelum dilahirkan. TTTS mempengaruhi sedikitnya 5,5 persen dari kelahiran kembar identik.

Untunglah setelah hampir 4 bulan menghabiskan waktu di rumah sakit, si kembar Bessie dan Hattie sudah bisa dibawa pulang oleh Natalie dan sang suami Kelvin (51 tahun) untuk bergabung dengan kakaknya Tilly (3 tahun) di rumah.

"Staf neonatal benar-benar menyelamatkan anak perempuan kami agar tetap hidup. Bagian itu adalah waktu-waktu yang paling traumatis dalam hidup kami," ujar Natalie dan Kelvin.




Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More