Pages

Selasa, 19 Juni 2012

Serba-Serbi Tentang Penyakit Rematik & Solusinya


Reumatik / rematik membutuhkan perhatian serius, karena jika tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan cacat sendi permanen. Ada beberapa faktor yang bisa membuat orang kena reumatik selain faktor autoimun.

Pengobatan yang kuat bisa membantu mencegah kerusakan sendi dan gejala yang menyakitkan, tapi sebenarnya ada hal-hal lain yang dapat mempengaruhi risiko serta gejala dari reumatik.



Faktor Pemicu Munculnya Rematik
 
Merokok
Susan Goodman, MD seorang rheumatologist dari Hospital for Special Surgery di New York City menuturkan rokok bisa membuat reumatik bertambah buruk dan juga meningkatkan risiko seseorang terkena reumatik. Studi menunjukkan orang dengan reumatik yang tidak merokok memiliki lebih sedikit bengkak dan sendi yang sakit dibanding perokok. Selain itu perokok memiliki dua kali kemungkinan mengalami kerusakan sendi.
 
Kopi
Meskipun hubungan antara kopi dengan reumatik masih diperdebatkan, tapi studi menunjukkan kopi tanpa kafein bisa meningkatkan risiko terkena reumatik sedangkan kopi berkafein tidak memiliki dampak. Selain itu kopi mungkin bisa membuat obat reumatik seperti methotrexate tidka bekerja dengan baik.

Cuaca
Perubahan tekanan udara dan suhu bisa memiliki dampak yang besar terhadap gejala reumatik. Dr Goodman menuturkan perubahan iklim cenderung bisa memperburuk gejala-gejala dari reumatik, karena itu pasien biasanya lebih mengharapkan cuaca atau iklim yang konsisten. 
 
Alkohol
Dalam studi terbaru di jurnal Rheumatology, peneliti meminta sekitar 1.000 orang yang memiliki kebiasaan konsumsi alkohol dan kondisi reumatik. Peneliti menemukan orang yang mengonsumsi alkohol 3-4 hari dalam seminggu lebih memungkinkan untuk memiliki reumatik.
 
Kurang Vitamin D
 Hubungan antara vitamin D dan reumatik tergolong rumit. Namun studi menunjukkan perempuan yang jarang terkena sinar matahari berisiko lebih besar terkena reumatik. Hal ini mungkin karena kekurangan sinar matahari bisa menyebabkan kekurangan vitamin D yang telah dikaitkan dengan penyakit autoimun lainnya.

Gejala Rematik
 
1. Mati rasa atau kesemutan di tangan

Salah satu gejala rheumatoid arthritis adalah carpal tunnel syndrome. Hal ini ditandai dengan kesemutan di pergelangan dan telapak tangan. dr Lisa Mandl, asisten rheumatologis di Hospital for Special Surgery, New York, mengatakan gejalanya akan makin parah saat malam hari.
 
2. Sulit sembuh dari cedera

Seringkali Anda mengira mengalami cedera, seperti mata kaki terkilir, padahal sebenarnya terkena radang sendi. Hal ini menurut dr Lisa lebih umum terjadi pada orang muda.
 
3. Masalah kaki

Salah satu area kaki yang sering dihubungkan dengan RA adalah peradangan kaki di bagian depan. Gejala ini sering dialami wanita, yang kemudian berhenti memakai sepatu tumit tinggi dan memeriksakan kakinya karena nyeri luar biasa di bagian depan. Beberapa orang dengan RA juga dapat merasakan sakit di tumit karena plantar fasciitis, yaitu gangguan kaki yang disebabkan oleh pembengkakan jaringan di bagian tungkai bawah, dekat tumit.
 
4. Masalah mata

Orang dengan rematik juga berisiko mengalami sindroma Sjogrens, yaitu gangguan autoimun yang menyebabkan kekeringan pada mulut, mata, tenggorokan, hidung, atau kulit. Itu karena peradangan menyebabkan menghentikan kelenjar memproduksi kelembaban alami.
  
  
5. Sendi kaku pada pagi hari

Gejala ini adalah gejala umum dari osteoarthritis. Penyebabnya bisa jadi karena tidak beraktivitasnya tubuh dalam waktu lama seperti tidur. Perbedaan antara keduanya adalah bahwa rasa sakit osteoarthritis biasanya mereda dalam waktu sekitar setengah jam. Tetapi, kekakuan akibat rheumatoid arthritis akan berlangsung lebih lama lagi, mungkin selama setengah hari.
 

Cara Mengobati Rematik Dengan Vitamin
 Penyakit rematik menjadi masalah bagi orang yang sudah berusia lanjut atau manula. Cara mengobati rematik tidaklah mudah, harus dengan konsistensi yang baik dalam mengkonsumsi makanan. Selain itu, menanggulangi rematik tidak harus dengan pengobatan, bisa juga dengan menggunakan terapi nonobat.

Konsumsi vitamin menjadi salah satu alternatif sekaligus terapi nonobat dalam menyembuhkan rematik. Konsumsi vitamin juga menjadi pencegah rematik. Vitamin apa saja yang dapat menyembuhkan dan mencegah rematik? Ada tiga jenis vitamin yang dapat menyembuhkan sekaligus mencegah rematik, yaitu
 
Vitamin C
Menurut ahl fisiologi dariPennsylvania, Dr. Robert Davis. Penggunaan dosis vitamin C dengan kisaran 500 sampai dengan 1000 mg dalam sehari dapat menghilangkan gejala artrisis. Hal ini dilatar belakangi oleh artritis rematoid berkorelasi dengan kadar vitamin C rendah.
 
Vitamin B3
  Mobilitas sendi dapat diperbaiki dengan mengkonsumsi vitamin B3 dalam 2 bulan. Konsumsi 500 mg vitamin B3 (niasinamid) dalam sehari adalah dosis yang disarankan.
 
Vitamin B5
Mengkonsumsi vitamin B5 dapat membantu pembentukan jaringan ikat yang memperkuat dan mendukung sendi. Vitamin B5 / asam pantotenat juga dapat mengurangi peradangan pada artritis sekaligus berkurangnya rasa nyeri sendi. 
 
 
 
 
 

0 komentar:

Posting Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More