Pages

Jumat, 22 Juni 2012

Pesta Makanan di Euro 2012

Pesta Makanan di Euro 2012

 Euro 2012 menjadi magnet jutaan orang datang ke Polandia dan Ukraina. Untuk memanfaatkan momen ini, beberapa produsen pangan membuat sensasi dengan menyajikan makanan melimpah, bahkan hingga memecahkan rekor. Fans dan para atlet pun sama-sama kebagian. Yummy!

Usai melawan Italia pada laga Grup C, Minggu (10/6) lalu, tim sepakbola Spanyol kedatangan 500 buah melon. Rupanya, perusahaan buah El Monarca mengirimkan satu truk berisi buah bundar ini sebagai bentuk dukungan terhadap tim La Selección.

Melon-melon tersebut menempuh perjalanan sejauh 1,865 mil dari Murcia, Spanyol, menuju markas pelatihan tim Spanyol di utara Polandia. Buahnya yang manis dan segar berakhir di perut para atlet saat sarapan Selasa (12/6) pagi. Mereka memang harus menyantap makanan sehat untuk mempersiapkan diri melawan Irlandia pada Kamis (14/6).

Belum lama ini, Reuters melansir berita tentang pemecahan rekor lasagna terbesar di dunia. Pembuatnya adalah Trattoria Giancarlo, restoran bergaya Italia yang terletak di Krakow, Polandia. Beratnya mencapai 4.8 ton! Tak tanggung-tanggung, butuh 10 jam untuk memanggangnya.

Lasagna raksasa ini dipotong-potong menjadi 10,000 porsi. "Saya tidak tahu apakah para pemain akan menyantap lasagna tersebut karena mereka sedang berdiet. Bagaimanapun juga, mereka bisa mencicipinya sedikit saja," ujar sang executive chef, Giancarlo Russo. Lasagna ini dibuat untuk menghormati tim sepakbola Italia yang tinggal sementara di dekat restoran.

Dua belas hari setelah ajang Euro 2012 berjalan, tercatat ada 1.25 juta orang mengunjungi Fan Zone di Khreschatyk Street, Ukraina. Di sini, para fans sepakbola dapat menikmati pertandingan meski tak dapat menonton langsung di stadion. Selain siaran turnamen langsung, mereka juga dapat menikmati hiburan musik, film, teater, dan kartun. Tak ketinggalan, makanan dan minuman pun tersedia di Fan Zone.

Dari data yang sama, tercatat bahwa sudah ada 200 ribu liter bir, 8 km sosis, 1 metrik ton es krim, dan 60 ribu hot dog yang habis disantap di Kiev Fan Zone sendiri. Perhelatan ini menghasilkan 263 metrik ton limbah makanan yang muat dalam 17 truk sampah.

Salah satu penyedia makanan di sana adalah dua orang pengusaha asal Swedia. Mereka menyajikan bir dan pizza sejak turnamen dimulai hingga pertandingan final usai. Bir dan pizza yang mereka hidangkan menemani para penggila bola menyaksikan jagoan mereka berlaga di lapangan.

"Pembatasan impor Ukrania membuat kami tidak bisa menyajikan meatball asli Swedia," ujar Fredrik, bartender di Swedish Corner. Tim Swedia tak berhasil masuk perempat final dan telah meninggalkan Ukraina, sehingga Fan Zone mulai sepi. Namun, Fredrik berharap pelanggannya akan ramai lagi berdatangan pada laga Inggris lawan Italia.



Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More