Pages

Selasa, 19 Juni 2012

Intel Celeron dan Pentium untuk Notebook Mungil yang Ekonomis

Prosesor Intel Core i3/i5/i7 Ultra Low Voltage sudah banyak ditemui pada Ultrabook. Akan tetapi, ketiganya belum bisa dibilang solusi ekonomis. Oleh sebab itu, hadir Celeron dan Pentium dengan TDP hanya 17 Watt khusus notebook, yaitu Celeron 877 dan Pentium 987.

Irit Daya dan Ekonomis

Prosesor B877 (1,4 GHz) dan B987 (1,5 GHz) ini dijanjikan akan menghemat daya tahan baterai notebook karena memiliki TDP hanya 17 Watt (prosesor notebook umumnya 35 Watt). Sementara itu, karena berada di kelas Celeron dan Pentium, harga keduanya dijamin rendah. Hal ini terbukti pada notebook Acer AO 756 (11,6”) yang dijual dengan harga kisaran terendah Rp3.100.000. Notebook tersebut menggunakan prosesor seri B877.

Berbasis Sandy Bridge

Kedua jenis prosesor tersebut menggunakan basis prosesor Sandy Bridge atau Core i generasi kedua. Ini berarti, core keduanya memiliki efisiensi tinggi seperti core Sandy Bridge pada umumnya. Hal lain yang menarik adalah VGA terintegrasinya yang menggunakan basis HD3000 yang dikurangi fitur-fiturnya. Jika hanya untuk pemutaran video FullHD, VGA tersebut sudah sangat mencukupi. Sementara, menilik dari Celeron B815 (35 Watt) yang menggunakan VGA serupa, seharusnya kedua prosesor irit daya ini bisa menjalankan beberapa game 3D ringan.

Celeron B877 memiliki kecepatan 1,4 GHz, sementara Pentium B987 sedikit lebih kencang dengan 1,5 GHz. Keduanya memiliki 2 core dengan cache memory 2 MB. TDP keduanya juga sama, 17 Watt. Jadi, selain kecepatan, di atas kertas keduanya memiliki spesifikasi sama. Kami sendiri agak bingung mengapa keduanya memiliki nama berbeda (Celeron dan Pentium).

Acer Aspire One adalah salah satu notebook pertama yang menggunakan prosesor Celeron 877 di Indonesia

Jangan Terkecoh Nama

Meski dinamai Celeron dan Pentium, ini bukanlah indikasi bahwa keduanya berasal dari keluarga Celeron dan Pentium terdahulu. Sandy Bridge tetaplah Sandy Bridge. Hanya kecepatannya saja yang diturunkan. Menurut pendapat kami, penamaan ini bahkan untuk menghindari meledaknya permintaan pasar terhadap seri murah ini.

Keduanya tampak membawa angin segar ke arah konsumen notebook yang membutuhkan performa lebih tinggi, ukuran perangkat yang tipis (atau ringan), berdaya tahan baterai tinggi, dan harga yang terjangkau. Seberapa jauh performa kedua prosesor ekonomis ini sesungguhnya, baru akan terlihat setelah pengujian kami yang sedianya akan berlangsung minggu ini.



Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More