Pages

Rabu, 01 Februari 2012

Taste Arab ala Qahwa

detail berita
Shawarma lamb (Foto: myrecipes)
KULINER Kota Bandung semakin lengkap dengan kehadiran hidangan ala Timur Tengah. Hidangan ini sangat beragam jenisnya dan melibatkan beberapa negara seperti Libanon, Maroko, Yaman, bahkan mengutip juga gaya Spanyol dan Andalusia.

Perpaduan warna oranye, merah, dan hijau menjadi identitas utama dari konsep yang disajikan tempat makanan ala Timur Tengah, Qahwa. Ornamen lukisan geometrik disematkan di seluruh area restoran. Suasana dan kultur di negara-negara Arab juga bisa dikatakan romantis dan eksotis. Untuk mempertegas tema, menu unggulan yang biasa disantap masyarakat Arab tentu dihadirkan, mulai minuman, appetizer, main course, hingga olahan-olahan kecil sebagai penutup.

Maulana, pemilik Qahwa, mengatakan, restoran ala Timur Tengah yang dibukanya ini tidak sebatas menawarkan konsep lokasi yang serba-Arab.Tempat makan ini juga berupaya optimal untuk menawarkan kuliner asli khas Arab yang masih jarang dijumpai di Kota Bandung.

“Saya sengaja menghadirkan suasana Timur Tengah lewat seni lukis geometric sesuai kebiasaan orang sana, yakni dengan warna-warna mencolok dan permainan lampu Maroko nan romantis untuk mempertegas tema. Di ranah menu, saya juga menghadirkan banyak variasi yang dasarnya merupakan tradisi asli dari daratan Arabian, termasuk penyesuaian cita rasa,” sebut Maulana.

Di tempat ini, para pencinta olahan ala Timur Tengah dapat menikmati menu unik seperti shis kebabs, qahwa mandhi rice, serta shawarma lamb dan chicken. Pengunjung juga bisa menikmati appetizer khas Arabia semisal salad libanis, fattoush zalatah, falafel, sambousick al qahwa, dan masih banyak lagi.

Sementara di daftar menu minuman, hadir beberapa nama unik yang kaya rempah dan berkhasiat bagi kesehatan. Sebut saja gahwa coffee alias kopi Arab yang kaya rempah serta sahara tea.

Sebagai menu utama, tempat ini menjagokan shawarma lamb dan shawarma chicken. Keduanya termasuk menu best seller. Sajian tersebut sudah familier untuk masyarakat Indonesia. Panganan dengan gulungan pita bread yang berisi campuran sayuran dan daging kambing atau ayam.

Namun, masyarakat Indonesia justru menerapkan nama yang salah untuk kebab. Tampilan dan rasa kebab versi Indonesia itulah yang akrab dengan sebutan shawarma. Sementara kebab, tak beda dengan olahan sate yang ditusuk oleh bambu atau sejenisnya. Kebab dalam versi Arab dikolaborasikan antara daging kambing, paprika, dan bawang bombai. Cara memasaknya dibakar. Sebagai pelengkap unsur karbohidrat, dihadirkan nasi dan roti Arab atau bisa dengan kentang berlumur bumbu rempah khas Arab.

“Apa yang mereka maksud kebab tak lain adalah shawarma yang tak kalah lezat. Sementara saya selalu menambahkan bahan, bumbu, dan rempah-rempah yang biasa digunakan di daratan Arab.Misalnya untuk kentang goreng atau olahan daging shawarma dibubuhi racikan bumbu asli Timur Tengah yang aromanya eksotik, sekaligus memperkuat cita rasa,” beber Maulana.

Selain shawarma, tempat makan ini juga menebar pesona lewat aneka minuman hangat yang lazim diminum bangsa Arab. Namanya gahwa atau kopi Arab.Kopi ini bisa menghangatkan badan, yakni kopi dengan campuran jahe, rempah-rempah yang tumbuh di Timur Tengah, serta kopi hitam.

“Kopi ini menyehatkan.Kalau badan lagi sakit, tenggorokan gatal, atau merasa tidak fit, kopi Arab dipercaya mampu mengusir segala keluhan tersebut. Dasarnya sih kopi hitam biasa, namun di dalamnya ditambahkan ramuan khas Arab yang tak bisa dijumpai di negara kita,” katanya.

Selain kopi, ada lagi minuman unik lain. Sebut saja sharaab al sbar yang rasanya seperti asem jawa, sharaab al loomi, dan lime tea dreak. Sementara untuk urusan camilan, kudapan khas padang pasir ini ternyata sangat catchy. Rasanya lezat. Coba saja sensasi falafel, kroket kacang Arab dan wijen. Hidangan kecil ini tak ubahnya kroket atau risoles yang kerap dijumpai di Tanah Air.Bedanya, falatel mengumbar taste Arabian yang kental dengan bumbu rempah-rempah.

“Kami juga menghadirkan mayones sebagai teman sausnya sehingga hidangan ini semakin sempurna ketika dinikmati,” imbuh Maulana.

Untuk menu sharing, Qahwa menyiapkan nasi kebuli yang dihidangkan di atas ghidir alias nampan besar.Nasi kebuli khas Timur Tengah memang sangat lezat. Itu juga karena bumbu yang dihadirkan cukup berani.

“Cara mengonsumsinya dilakukan bersama-sama. Kebuli ini mengandung olahan kambing yang sudah diracik dengan bumbu dan rempah-rempah. Sementara nasi kebuli itu sendiri diolah dengan tambahan kaldu kambing dan modifikasi bumbu yang membuat sajian ini terasa sangat istimewa,” ujar Maulana.



Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More