Pages

Jumat, 02 Maret 2012

Kualitas Tidur Lansia Lebih Baik Dibanding Orang Muda

img


  Selama ini, sebagian besar orang mempercayai bahwa waktu tidur lansia lebih pendek daripada orang yang lebih muda. Namun menurut para peneliti dari Amerika Serikat justru sebaliknya, lansia cenderung tidur lebih lama. Hal tersebut telah dibuktikan melaui survei yang dilakukan pada ribuan orang.

Sebuah studi telah dilakukan melalui metode survei telepon, yang melibatkan lebih dari 150.000 orang dewasa. Para peserta survei menyatakan bahwa, selain dari satu titik waktu kehidupan, yaitu saat usia 40 tahun, kualitas tidur akan lebih baik seiring bertambahnya usia.

Para peserta survei dengan usia sekitar 80-an tahun melaporkan mendapatkan tidur terbaik dibandingkan dengan peserta yang berusia lebih muda. Hasil studi tersebut telah diterbitkan dalam journal Sleep.

"Tidur dapat terganggu jika memiliki masalah kesehatan kronis atau degeneratif. Sebagian besar lansia biasanya memiliki masalah kesehatan kronis atau degeneratif, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit jantung. Sehingga umumnya lansia mengalami masalah tidur, atau tidur dalam waktu yang lebih pendek," kata peneliti dari Inggris.

Penelitian ini juga menggunakan peralatan yang dapat mengukur durasi tidur dan gangguan tidur yang dialami oleh para peserta penelitian. Sehingga dengan menggunakan alat tersebut, peneliti bisa mendapatkan data yang lebih objektif dan akurat.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Center for Sleep and Circadian Neurobiology di University of Pennsylvania. Penelitian tersebut bukan difokuskan pada menganalisis waktu dan kualitas tidur sejumlah besar orang yang dipilih secara acak. Kriteria inklusi pada penelitian tersebut juga termasuk, ras, pendapatan, pendidikan, suasana hati dan kesehatan umum.

Sementara peserta penelitian menjadi tertekan atau mengalami masalah kesehatan yang terkait dengan kualitas tidur yang buruk. Para peneliti juga telah menyesuaikan hasil untuk mengkompensasi hal tersebut atau jika pola yang berbeda muncul.

Sebaliknya, para peneliti menemukan bahwa, keluhan tentang kualitas tidur yang buruk turun seiring bertambahnya usia. Dengan jumlah terendah yang melaporkan keluhan mengenai kesulitan tidur pada peserta penelitian yang berusia lebih dari 70 tahun.

Namun pengecualian dalam teori kualitas tidur meningkat seiring bertambahnya usia terjadi pada usia pertengahan, di mana kualitas tidur lebih jelek.

"Alasan asli untuk merancang dan melakukan penelitian ini adalah untuk mengkonfirmasi hal yang telah dipercayai banyak orang bahwa, kualitas tidur menurun pada lansia. Hasil penelitian ini memaksa semua orang untuk berpikir ulang apa yang telah diketahui mengenai tidur pada lansia pria dan wanita," ujar Dr Michael Grandner seperti dilansir dari BBCNewsHealth, Jumat (2/3/2012).

Memang ada kemungkinan, lansia mendapatkan tidur yang lebih buruk, tetapi hanya merasa lebih baik dan tidak mengeluhkan mengenai hal itu. Bahkan jika tidur antara lansia Amerika sebenarnya lebih buruk dibandingkan dengan orang dewasa muda, namun perasaan lebih baik dapat masih meningkatkan seiring usia.

"Penelitian yang telah dilakukan tersebut memang menarik. Karena dapat mengungkap hal yang telah dipercayai banyak orang selama ini. Namun, meminta orang untuk menyatakan pendapat subjektif mengenai pola tidur bisa menghasilkan jawaban yang sangat bergantung pada suasana hati saat itu," kata Professor Derk-Jan Dijk, seorang professor dari Sleep and Physiology dan direktur dari of the Surrey Sleep Research Centre.

Masih diperlukan penelitian lebih lanjut dengan metode yang lebih akurat, sehingga dapat memperkuat hasil penelitian tersebut.



Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More