Pages

Sabtu, 11 Februari 2012

Polisi Jepang Mulai Tangkapi Modder Konsol



Hampir semua pemerintahan di dunia tampaknya memiliki misi dan visi yang sama terhadap pembajakan, tidak terkecuali di Jepang. Negara matahari terbit ini memang telah melarang semua tindakan dan aksi menyalin hasil karya yang telah diikat hak dagang, termasuk video game di dalamnya. Satu hal yang menarik, Jepang tidak pernah mempermasalahkan modifikasi pada konsol atas perlindungan hak pribadi. Namun beberapa waktu yang lalu, sebuah hukum baru kontroversial diperkenalkan ke publik Jepang. Modifikasi konsol pun kini dilarang.

Penerapan hukum ini secara efektif dimulai. Seorang pria berusia 41 tahun yang tinggal di Fukuoka, Jepang menjadi tersangka pertama yang dijerat dengan menggunakan Undang-Undang terbaru ini. Pria ini dinyatakan bersalah setelah diketahui memodifikasi tiga konsol Nintendo Wii temannya dan tertangkap tangan menjual game bajakan dengan harga 5.000 Yen. Aksinya tercium setelah ia secara gegabah mempromosikan layanan modifikasi ini lewat salah situs di dunia maya. Pria ini pun terancam hukuman 3 tahun penjara atau membayar denda yang tidak sedikit – 3 Juta Yen. Ia sekaligus menjadi contoh bagaimana peraturan terbaru ini akan diterapkan.

TIdak sedikit masyarakat Jepang yang menentang peraturan yang satu ini. Hukum yang menjerat kebebasan menggunakan hak milik pribadi dianggap tidak masuk akal. Pemerintah Jepang bersikukuh bahwa UU ini akan menjadi dasar yang tepat untuk mencegah pembajakan. Tidak hanya modifikasi konsol, masyarakat Jepang sekarang bahkan dilarang untuk me-rip DVD asli yang mereka beli sendiri dan mengubah ekstensi formatnya. Walaupun terdengar absurd, namun pemerintah Jepang tetap yakin langkah ini memang diperlukan.

Pembajak versus Pemerintah? Perang klasik yang tampaknya tidak akan pernah usai. Anda berada di pihak yang mana?



Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More