Pages

Jumat, 03 Februari 2012

Pertaruhan Nokia Membangun 'Kerajaan' Lumia

Salah Satu Sudut di Lumia Store (ash/inet)
Jakarta - Dukungan ekosistem! Itulah faktor yang membuat Nokia begitu percaya diri melepas ponsel Windows di Indonesia. Perangkat sudah disiapkan, barisan distributor dirapatkan, dan Windows Phone market pun siap diluncurkan.

Ya, Nokia memang tengah berpacu dengan waktu menyiapkan segala sesuatunya untuk mendukung seri keluarga Lumia di Tanah Air. Tak ayal, sederet kegiatan dan strategi pemasaran dengan embel-embel 'Lumia' akan menjejali pasar dalam waktu berdekatan.

Anvid Erdian, Product Manager Nokia Lumia dari Nokia Indonesia tak menampik jika persaingan ponsel di Indonesia begitu sengit. Gerombolan perangkat Android terus menyerbu pasar, ditambah gairah di pasar kelas atas ala iPhone, dan tentunya BlackBerry yang masih belum bisa dilupakan.

"Untuk itu, kami tengah menyiapkan ekosistem yang lengkap sebagai pondasi di bisnis ini. Mulai dari distibutor, developer, customer service, dan pihak lainnya untuk mendukung Lumia," tukas Anvid, ketika ditemui sejumlah wartawan di Jakarta.

Anvid memastikan Nokia akan all out bersaing lewat Lumia. Terlebih mereka kini memiliki partner yang juga berlabel raksasa IT, yakni Microsoft, yang menjadi pendukung dari sisi OS dan pasar aplikasi.

"Investasi yang telah Nokia keluarkan itu sangat besar di segmen ponsel Windows. Tentunya kita sangat serius dengan ini," tukasnya, tanpa menyebut besaran investasi yang dimaksud.

Windows Phone Market

Target terdekat Nokia saat ini adalah membuka Windows Phone market untuk pasar Indonesia. Ditargetkan, sebelum Lumia 800 dan 710 dirilis secara resmi pada 17 Februari nanti, pasar aplikasi Windows Phone itu akan dirilis secara resmi.

Namun bukan berarti saat ini Windows Phone market tidak bisa diakses sama sekali. Hal itu tetap bisa dilakukan, namun harus mengubah tempat asal kita ke negara lain agar bisa dikenali, ke Singapura misalnya.

Windows Phone market sendiri saat ini sudah memiliki koleksi 55 ribu aplikasi di dalamnya. Dimana di antaranya baru 50 aplikasi lokal yang ikut menyumbang kreasi. Meski demikian, Anvid menyebut jika jumlah aplikasi di market tersebut sudah tumbuh 300% dibandingkan 2011.

Nah, kini Nokia dan Microsoft tengah berusaha menggaet developer lokal untuk meramaikan pasar aplikasi Windows Phone. Acara unik pun digelar dengan tajuk 'The Amazing Nokia Lumia Developer Day' di Graha Manggala Siliwangi Bandung, Jawa Barat, 4-5 Februari 2012.

Acara ini ditargetkan dapat menampung sekitar 800 developer yang dapat menciptakan aplikasi mobile Windows Phone. Artinya, jika acara ini sukses, maka setidaknya aplikasi lokal di Windows Phone market akan bertambah sekitar 800 buah.

Setelah itu, sasaran selanjutnya adalah kalangan kampus. Di mana Microsoft dan Nokia akan menggelar roadshow ke tujuh universitas seperti Universitas Indonesia, Bina Nusantara, Parahyangan, Gadjah Mada, STMIK Akakom Yogyakarta, Kristen Petra, dan STIKOM Bali.

Di setiap universitas tersebut, akan dilangsungkan workshop selama dua hari dan diprediksi bakal diikuti sekitar 100-an mahasiswa.

Efek Visibilitas

Pondasi kunci untuk membangun 'kerajaan' Lumia lainnya adalah dari sisi distributor dan visibilitas di toko-toko. Khusus untuk toko, vendor yang pernah berlabel 'ponsel sejuta umat' itu telah memiliki 30 Nokia Store, di mana 12 di antaranya telah 'disulap' menjadi Lumia Store.

Outlet khusus ini didesain seragam dengan nuansa Lumia. Di sini, para pengunjung dapat menjajal Lumia 800 dan 710 yang tersedia. Lumia Store ini disebar di Jakarta, Bekasi, Tanggerang, Surabaya, dan Makasar.

"Efek visibilitas ini sangat penting untuk menimbulkan kesan ketertarikan dari masyarakat, ketika melihat Lumia ada di mana-mana, mereka tentu akan penasaran tentang produk ini," tukas Djatmiko Wardoyo, Direktur Marketing dan Communication PT Erajaya Swasembada.

Erajaya sendiri menjadi salah satu distributor yang digaet Nokia. Dimana perusahaan ini sudah malang melintang di bisnis perangkat telekomunikasi nasional, dengan memiliki unit bisnis antara lain PT Teletama Artha Mandiri (TAM), PT Erafone Artha Retailindo, PT Sinar Eka Selaras (SES), PT Prakarsa Prima Sentosa (PPS), PT. Multi Media Selular (MMS), dan PT. Data Media Telekomunikasi (DMT).

"Lumia ini ibarat 'darah segar' untuk meramaikan pasar ponsel Indonesia agar lebih berwarna," pungkas pria yang biasa disapa Koko itu.

Ya, kita tunggu saja hasil dari usaha yang telah ditempuh Nokia. Apakah ponsel Windows Lumia mampu menarik minat masyarakat?


Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More