Pages

Jumat, 02 Maret 2012

Napas Bau Ternyata Ada Manfaatnya

img


Tokyo, Banyak orang yang malu bila memiliki napas bau karena dianggap tidak bersih alias jorok. Namun berdasarkan studi terbaru, napas bau ternyata juga ada manfaatnya. Untuk apa?

Segala sesuatu yang diciptakan Tuhan pasti ada manfaatnya, meski hanya hal kecil dan tidak peduli seberapa buruk atau tidak menyenangkannya hal tersebut, termasuk juga napas bau.

Hal tersebut dibuktikan oleh peneliti gigi di Jepang yang telah menemukan bahwa halitosis atau bau mulut juga berguna, yaitu sebagai inkubator ideal untuk budidaya sel hepatik (hati).

Dalam temuan yang bisa memiliki dampak luas bagi penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson, sel punca (stem sel) dipanen dari pulpa gigi manusia menjadi sel-sel hati pada tingkat yang mengagumkan ketika diinkubasi dengan hidrogen sulfida, senyawa kimia yang bertanggung jawab untuk bau mulut.

Terapi stem sel menyembuhkan jaringan yang rusak dengan memperkenalkan sel-sel baru, tetapi kadang-kadang bisa sulit untuk keamanan dan keefektifan menghasilkan sel-sel baru.

Penulis studi Dr Ken Yagaeki dan timnya di Nippon Dental University percaya penggunaan stem sel dari pulpa gigi akhirnya bisa menggantikan metode produksi stem sel yang sudah ada, dua di antaranya menggunakan sumsum tulang manusia dan serum janin sapi sebagai bahan sumber. Bahkan, Dr Yagaeki mengambil risiko untuk menunjukkan bahwa pulpa gigi adalah sumber yang layak untuk stem sel.

"Meskipun tidak ada yang melaporkan regenerasi jaringan dari pulpa gigi, saya memiliki hipotesis bahwa pulpa gigi akan menjadi sumber stem sel somatik yang baik. Tentu saja semua orang menolak hipotesis saya. Dalam pertemuan International Association for Dental Research, seorang ketua memanggil kami sebagai orang bodoh" jelas Dr Ken Yagaeki, seperti dilansir MSNBC, Jumat (2/3/2012).

Meskipun ada beberapa sikap skeptis dari rekan-rekannya, Dr Yagaeki melaporkan bahwa 60-80 persen dari sel pulpa gigi manusia adalah stem sel, naik tajam dari perkiraan sebelumnya yang hanya 1 persen.

Dan setelah penemuannya dibenarkan, Dr Yagaeki tampak menguji dampak dari halitosis (bau mulut) pada pengembangan stem sel menjadi sel hati.

Hasil studi telah dipublikasikan dalam IOP Publishing's Journal of Breath Research pada hari Senin lalu.



Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More