Pages

Jumat, 27 Januari 2012

Warga Armenia Beri Nama Anaknya Sarkozy

Ilustrasi : IST

MOSKOW - Setelah undang-undang pembantaian Armenia disahkan oleh Parlemen Prancis, seorang pasangan suami istri di Armenia memberi nama bayinya yang baru lahir dengan nama "Sarkozy", nama yang sama dengan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy.

Pasangan suami istri dari Desa Akhurik, Armenia mengucapkan terima kasihnya kepada Presiden Sarkozy. Dirinya pun memberi nama bayinya yang lahir dengan bobot 3 kilogram dengan nama Sarkozy Avetisyan. Demikian seperti diberitakan RIA Novosti, Kamis (26/1/2012).

Pada pekan ini, Prancis memutuskan untuk mengesahkan undang-undang yang akan mendakwa setiap orang yang menyangkal adanya peristiwa pembantaian Armenia. Undang-undang itu dianggap menyinggung Turki dan Turki pun membekukan hubungan diplomatiknya dengan Prancis.

Bagi Turki, para sejarahwan tampak memelintir peristiwa pembantaian itu. Mereka juga menyebutkan, Kekaisaran Ottoman Turki membantai 1,5 warga Kristen Armenia pada Perang Dunia I. Turki pun tidak pernah sudi mengakui perkataan para sejarahwan tentang pembantaian Armenia.

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menilai, undang-undang itu hanyalah cara Sarkozy untuk meraih dukungan dari warga etnis Armenia di Prancis.

Setelah undang-undang itu disahkan, sejumlah suratkabar di Turki langsung melontarkan kecaman keras terhadap Presiden Sarkozy. Headline dari suratkabar di Turki bahkan menyebut Presiden Sarkozy adalah setan.



Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More