Pages

Kamis, 09 Februari 2012

Akibat Salah Pasang Oksigen, Operasi Sulit si Bayi Jadi Sia-sia

img
Ethan Cross (dok: Dailymail)
Plymouth, Inggris, Ethan Cross harus menjalani operasi besar setelah dilahirkan karena organnya berada di luar tubuh. Tapi tragisnya, ia meninggal bukan karena operasi, melainkan akibat tabung oksigen yang dipasang tidak tepat.

Ethan lahir pada tanggal 7 September 2009 di sebuah rumah sakit khusus di Bristol karena dokter menyadari ada beberapa organ yang tumbuh di luar tubuh. Ketika berusia beberapa hari ia menjalani operasi besar untuk menempatkan organ tersebut ke dalam tubuhnya.

Meskipun terjadi sejumlah insiden kecil, tapi ia berada dalam kondisi stabil dan bebas dari kondisi yang mengancam jiwa sehingga bisa dipindahkan ke Derriford Hospital, Plymouth pada 6 November 2009 dengan menggunakan ventilator.

Namun nasib naas menimpa Ethan, pada tanggal 14 November 2009 ia meninggal dunia. Hasil penyelidikan menemukan otaknya mengalami kekurangan oksigen fatal yang disebabkan oleh tabung pernapasan yang dimasukkan dengan tidak benar. Saat itu tabung pernapasannya copot dan petugas kesehatan terlalu lambat memperbaikinya.

Pemicunya kemungkinan karena tabung pernpasan yang dipasangkan pada Ethan bergeser dari tenggorokannya dan masuk ke dalam kerongkongan. Saat itu petugas medis langsung mengangkat tabung oksigen, tak lama kemudian dokter yang bertugas sampai dan menggantinya. Tapi saat itu sudah terlambat.

"Dalam pandangan saya ada kegagalan, bahkan kegagalan yang buruk. Seseorang yang kompeten gagal menangani situasi kritis," ujar Cross, seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (9/2/2012).

Keluarga berharap hal ini menjadi pelajaran bagi pihak rumah sakit dan seluruh staf medis sehingga kasus tragis seperti ini tidak terjadi pada keluarga lainnya, dan petugas kesehatan sudah tahu apa yang harus dilakukannya.

Sementara itu pihak rumah sakit pun telah menyatakan permintaan maafnya dan sangat menyesal atas terjadinya kegagalan dalam perawatan Ethan selama di rumah sakit tersebut.

"Ini adalah kasus yang sangat menyedihkan dan kami sangat menyesal. Kami pun telah melakukan penyelidikan atas apa yang terjadi dan hasilnya kami telah membuat serangkaian perubahan dalam prosedur unit perawatan intensif neonatal," ujar juru bicara dari Derriford Hospital, Plymouth.

Oksigen adalah unsur yang paling penting bagi semua makhluk hidup, kekurangan pasukan oksigen ke otak bisa mengamcam jiwa. Kurangnya oksigen ke otak atau belahan otak disebut dengan cerebral hypoxia.

Sel-sel otak tidak bisa bertahan jika kekurangan oksigen, sel-sel ini akan mulai segera mati setelah pasokan oksigen hilang dan hanya bisa bertahan sekitar 5 menit. Dalam kasus kelangkangan oksigen, hipoksia otak ini bisa menyebabkan kematian yang cepat atau kerusakan otak parah.



Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More